Langsung ke konten utama

Tidak Jelas

Ketidakjelasan benar-benar mengajarkan akan artinya kehidupan
Logika dan hati tidak sejalan, namun Kamu tak mampu menyalahkan
Salahmu bukanlah adanya ketidakjelasan, salahmu ialah mengharapkan

Bagaimana bisa Kamu mengharapkan sang malam hadir di pagimu dan siangmu?
Sadarkanlah Dirimu, malam hanyalah malam, Ia datang karena memang malam, bukan karena ingin berjumpa denganmu, tapi hanya karena malam harus melawati kehidupanmu.

Ingatlah lagi, jangan menyalahkan dirimu karena segala ketidakjelasan
Hal itu adalah ujian dan pembelajaran bagimu bahwa yang datang akan pulang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

What’s Up Cafe

Penulis  : Firdhauza Hai sobat pecinta makan, kali ini saya akan mengulas salah satu makanan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, yaitu What's up cafe. What's up cafe sendiri sudah memiliki banyak cabang tidak hanya di Tebet lohh, jadi kalau sobat yang tinggal di daerah sekitaran Depok, Kebon Jeruk, Tanjung Duren, dan Tangerang tidak perlu bersedih bila ingin mencicipi makanan di What's Up Cafe dan merasa kejauhan bila harus ke Tebet.    Bagi sobat yang suka berlama-lama untuk bersantai dan ngobrol dengan teman, pacar, dan kerabat, What's Up bisa menjadi salah satu rekomendasi dari saya nih untuk sobat semua. Selain tempatnya yang instagramable , suasanya juga nyaman loh, what's up di tebet ini memiliki dua lantai. Untuk lantai pertama, sobat bisa memilih ingin di smoking room atau non-smoking room . Menu yang disediakan oleh what's up juga beraneka ragam, mulai dari indomie kekinian, uwel-uwel, roti bakar, nasi, dan masih banyak lagi lo...

Facebook

Hari ini aku bingung mau apa, akhirnya aku bukalah salah satu sosial media yang telah aku pakai cukup lama, yaitu Facebook. Banyak cerita dari sosial media ini, dari kala diriku yang belum mengenal istilah jatuh cinta hingga kini juga masih bingung sih apa makna dari jatuh cinta 😅. Aku menyukai Facebook, bukan karena aplikasinya yang serba bisa, bukan juga karena aku bisa curhat colongan agar orang lain ketahui. Aku menyukainya karena sosial media ini telah mengikutiku dari aku yang dulu hingga aku yang sekarang, sama-sama masih manusia biasa, namun berpikiran beda. Facebook adalah tempatku mengenal orang baru, tempatku mengetahui kabar teman-temanku, tempatku mengenal ia yang dulu hanya dapat melihat, tapi tak mampu berbicara. Aku yakin bukan cuma aku yang merasakan hal itu. Aku cukup gemar membuka beranda Facebook milikku, melihat unggahan mereka yang mengikuti dan berteman denganku di aplikasi ini. Sungguh macam dan beragam isi berandaku, dari orang-orang yang mencer...